5 Mitos Seputar Cincin Kawin / Pernikahan

5 Mitos Seputar Cincin Kawin / Cincin Pernikahan
sumber : vemale.com

Cincin Kawin / Cincin Pernikahan merupakan sebuah simbol dari pasangan yang sudah menikah. Karena pentingnya sebuah cincin kawin banyak pasangan yang rela meluangkan waktu cukup lama untuk menemukan cincin kawin idamannya. Cincin yang bakalan dipakai sampai kakek nenek kelak.

Namun ternyata banyak mitos seputaran cincin kawin / cincin pernikahan ini. Dan setiap daerah mungkin ada mitos tertentu yang berkembang seputar cincin kawin yang sudah menjadi kepercayaan turun-temurun.

Padahal mitos belum tentu bisa dipercayai kebenarannya. Berikut ini adalah beberapa mitos yang umum berkembang dibeberapa belahan dunia :

1. Cincin Kawin Harus Berbentuk Lingkaran

Cincin kawin / cincin pernikahan haruslah berbentuk lingkaran. Beredarnya mitos ini karena banyak yang percaya bahwa lingkaran adalah simbol ketiadaan awal maupun akhir, sehingga perkawinan ‘pasti’ akan berjalan sempurna dan abadi.

2. Harus Dipakai di Jari Manis Tangan Kiri

Ada yang bilang cincin kawin harus dikenakan di jari manis tangan kiri, ini terjadi di beberapa negara Eropa dan Amerika, kalau di Indonesia sendiri sebagain besar dipakai di jari manis tangan kangan. Ternyata itu mitos yang salah soalnya, tangan kiri lebih jarang digunakan dibandingkan dengan tangan kanan. Apalagi kalau dikenakan di tangan kiri cincin lebih cepat rusak. Beredarnya mitos ini awalnya dari kepercayaan bangsa Yunani kuno yang mempercayai bahwa pembuluh nadi (vena amoris) mengalir dari ujung jari manis tangan kiri menuju jantung (hati)

3. Tidak Boleh Ada Hiasan Harus Polos

Ada yang mempercayai bahwa cincin kawin harus polos tidak boleh ada hiasan. Mitos ini beredar karena mereka menganggap bahwa hiasan-hiasan apa pun, meski terlihat mewah, kelak akan menyebabkan gangguan sehingga perkawinan akan berjalan kurang mulus. Mitos ini juga berkembang di beberapa daerah di Indonesia.

4. Harus Berukuran Pas di Jari Tangan

Cincin yang sempit adalah pertanda bahwa kelak perkawinan dipenuhi kecemburuan atau suasana tak nyaman. Sedangkan cincin yang terlalu besar adalah pertanda ikatan perkawinan yang kendur, sehingga rawan perceraian.

Terlepas dari mitos yang baru saja disebutkan, menggunakan cincin yang terlalu sempit atau terlalu kendur memang tidak baik, loh. Cincin yang kesempitan bisa menghambat peredaran darah dan sangat berbahaya bagi kesehatan. Sementara cincin yang terlalu kendur akan lebih mudah terlepas dan rawan hilang.

5. Jangan Dipilih di hari Jumat, atau Dipakai Sebelum Upacara Perkawinan

Pelanggaran salah satu atau kedua hal ini bisa menyebabkan kegagalan berlangsungnya pernikahan.

Itulah beberapa mitos yang banyak bekembang di masyarakat. Karena itu mitos jadi kembali ke kepercayaan masing-masing, kamu mau percaya atau tidak.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Macam-Macam Model Potongan Batu Berlian dan Maknanya pada Cincin Tunangan
Macam-Macam Model Potongan Batu Berlian dan Maknanya pada Cincin Tunangan

Siapa yang tidak terpesona dengan keindahan kilau batu berlian, hampir semua wanita ingin bisa memakain cincin bertahtakan batu berlian. Di...

Close